MAKALAH PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bertanya merupakan suatu hal yang lazim dilakukan dalam proses pembelajaran. Guru seringkali bertanya untuk berbagai tujuan, misalnya untuk mengukur pemahaman peserta didik, untuk mendapatkan informasi dari peserta didik, untuk merangsang peserta didik berfikir, dan untuk mengontrol kelas. Demikian juga halnya dengan peserta didik. Pertanyaan yang mereka ajukan juga mempunyai berbagai tujuan, misalnya untuk mendapatkan kejelasan, sebagai ungkapan rasa ingin tahu, atau bahkan hanya untuk mendapatkan perhatian. Tampaknya tidak ada yang menyangkal peran penting pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Meskipun demikian para ahli ada perbedaan pendapat tentang siapa yang seharusnya lebih banyak bertanya dalam prses pembelajaran. Sebagian pihak berpendapat bahwa gurulah yang harus banyak bertanya sebab dengan demikian guru bisa membimbing dan mendorong peserta didik untuk berfikir ( Costa, 1991; Sulivan dan Clarke,1991). Di lain pihak banyak juga orang ( misalnya Dillon, 1998 ) yang berpendapat bahwa peserta didiklah yang harus banyak bertanya sebab peserta didiklah yang sesungguhnya belajar. Dengan bertanya sesungguhnya peserta didik didorong untuk berfikir.
Meskipun diakui bahwa pertanyaan memegang peranan penting dalam proses pembelajaran, namun masih ada sedikit sekali penelitian tentang pertanyaan ( guru dan peserta didik ) dalam proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan Lestari ( 2002 ) menemukan bahwa sebagian besar pertanyaan yang ditanyakan guru merupakan pertanyaan tertutup dan pada jenjang hafalan maupun pemahaman. Penelitian lain yang diajukan peserta didik ( Farihah, 1997; Rahayu, 2001 ) mengungkapkan bahwa sebagian besar pertanyaan yang diajukan peserta didik dalam pembelajaran merupakan pertanyaan pada jenjang kognitif rendah ( hafalan dan pemahaman ).

B. Rumusan Masalah
Untuk mencapai tujuan penulisan, maka penulis menyusun rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pengertian pertanyaan ?
2. Bagaimana klasifikasi pertanyaan pada bidang kognitif ?
3. Bagaimana fungsi pertanyaan pada pembelajaran matematika ?
4. Bagaimana contoh membuat suatu pertanyaan yang berkaitan dengan luas dan volume bola ?
5. Apakah arti dari pertanyaan tertutup dan bagaimana aplikasi contoh soalnya ?
6. Apakah arti dari pertanyaan terbuka dan bagaimana aplikasi contoh soalnya ?
C. Batasan Masalah
Sangatlah penting bagi penulis dalam membatasi masalah untuk membuat pembaca mudah memahaminya. Penulis hanya membahas apa yang menjadi rumusan masalah yang telah disampaikan. Menjaga efisiensi judul makalah agar lebih terfokus pada rumusan masalah dan judul makalah.
D. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Memahami pengertian pertanyaan
2. Dapat menyebutkan klasifikasi pertanyaan pada bidang kognitif
3. Dapat menyebutkan fungsi pertanyaan pada pembelajaran matematika
4. Memahami arti dari pertanyaan tertutup dan dapat mengaplikasikannya pada contoh menghitung luas dan volume bola
5. Memahami arti pertanyaan terbuka dan dapat mengaplikasikannya pada contoh menghitung luas dan volume bola

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pertanyaan
Pertanyaan adalah pernyataan seseorang yang ditujukan kepada orang lainnya serta mengharapkan untuk dijawab. Kompetensi profesional seorang guru perlu dilengkapi dengan keterampilan bertanya, karena proses belajar mengajar merupakan interaksi edukatif yang di dalamnya perlu adanya dialog atau komunikasi antara guru dan peserta didik. Sedangkan dalam proses berkomunikasi diperlukan adanya keterlibatan intelektual peserta didik yang dikembangkan dengan pertanyaan yang diajukan guru.
B. Klasifikasi Pertanyaan Pada Bidang Kognitif
Menurut Taksonomi Bloom klasifikasi pertanyaan meliputi :

1. Pertanyaan ingatan / pengetahuan ( knowledge )
Pertanyaan pengetahuan adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus-rumus, dan sebagainya. Pengetahuan atau ingatan adalah proses berfikir yang paling rendah ( Sudijono, 2001:50 ). Pertanyaan pengetahuan menuntut siswa untuk menyebut kembali informasi ( pelajaran ), sehingga siswa dituntut mengingat kembali apa yang penting atau dasar bagi tingkat berfikir yang lebih tinggi. Pertanyaan ingatan menghendaki siswa mengenal atau mengingat informasi. Siswa tidak diminta untuk memanipulasi informasi, tetapi hanya diminta mengingat informasi tersebut seperti yang pernah mereka pelajari dulu. Untuk menjawab pertanyaan tingkat pengetahuan siswa harus mengingat fakta-fakta, observasi, definisi-definisi yang pernah mereka pelajari ( Abimanyu dan Pah, 1985: 24 ). Kata-kata yang biasanya dipakai dalam pertanyaan ingatan adalah mendefinisikan, menerangkan, mengidentifikasikan, memberi nama, menyusun daftar, mencocokkan, membuat garis besar, menyatakan kembali, memilih, dan menamakan.

2. Pertanyaan Pemahaman
Pemahaman ( comprehension ) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi. Seorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau uraian yang lebih rinci dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berfikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan ( Sudijono, 2001: 50 ). Kategori memahami mencakup tujuh proses kognitif yaitu menafsirkan, memberikan contoh, mengklasifikasikan, meringkas menarik inferensi, membandingkan, dan menjelaskan ( Rustaman, Y. N, 2003: 41 ).
3. Pertanyaan Penerapan
Pertanyaan penerapan atau aplikasi adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori, dan sebagainya. Aplikasi atau penerapan adalah proses berfikir setingkat lebih tinggi ketimbang pemahaman ( Sudijono, D. , 2003: 42 ).
4. Pertanyaan Analisis
Pertanyaan analisis adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor yang lainnya. Jenjang analisis adalah setingkat lebih tinggi ketimbang jenjang aplikasi ( Sudijono, 2001:51 ). Kata kerja operasional pada jenjang kemampuan analisis yaitu menguraikan, membuat diagram, membeda-bedakan, mengidentifikasi, menggambarkan, menunjukkan, menghubugkan, memilih, memisahkan dan memperinci ( Rustaman, 2003: 43 ).
5. Pertanyaan Sintesis
Pertanyaan sintesis adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sintesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang berstruktur atau berbentuk pola baru. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada jenjang analisis. Pertanyaan sintesis adalah pertanyaan tingkat tinggi yang meminta siswa menampilkan pikiran yang original dan kreatif. Pertanyaan jenis ini menghendaki siswa menghasilkan komunikasi-komunikasi yang asli, membuat ramalan, dan emecahkan masalah-masalah. Pertanyaan sintesis menggabungkan beberapa unsur menjadi satu bentuk kesatuan. Kata kerja operasional pada jenjang kemampuan sintesis yaitu menggabungkan, menyusun, mencipta, merancang, menjelaskan, membangkitkan, merencanakan, menghubungkan, menyusun kembali, merevisi, menulis kembali, menyimpulkan, menceritakan, menulis, mengorganisasikan kembali, dan membuat modifikasi.
6. Pertanyaan Evaluasi
Pertanyaan evaluasi merupakan jenjang berfikir paling tinggi dalam ranah kognitif menurut taksonomi Bloom. Penilaian atau evaluasi ini membuat suatu pertimbangan terhadap suatu situasi dan nilai maupun ide. Pertanyaan evaluasi ini membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar yang ada. Ada dua macam proses kognitif yang tercakup dalam kategori ini yaitu memeriksa dan mengkritik. Kata kerja operasional pada jenjang kemampuan evaluasi yang menilai, membandingkan, menyimpulkan, mempertentangkan, mengkritik, memriksa, membeada-bedakan, menjelaskan, mempertimbsngksn kebenaran, menginterprertasikan
C. Fungsi Pertanyaan Pada Bidang Matematika
Fungsi utama pertanyaan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar matematika
2. Meningkatkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap masalah atau pokok bahasan yang akan dibahas
3. Meminta siswa berfikir dan mengembangkan pola fikirnya
4. Membimbing dan menuntun proses berfikir siswa
5. Memusatkan perhatian siswa terhadap konsep yang sedang dibicarakan
Sedangkan fungsi khusus pertanyaan adalah:
1. Memulai pelajaran
2. Menciptakan kondisi belajar
3. Memberikan motivasi
4. Mengarahkan pelajaran
5. Mendiagnosa
6. Melihat proses
7. Mengundang siswa untuk bertanya
8. Menilai guru
9. Mengevaluasi siswa
10. Memulai siswa untuk berdiskusi
11. Menegur siswa yang mengganggu kegiatan belajar mengajar

D. Pertanyaan Tertutup
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang semua jawabannya telah disediakan sehingga peserta didik cukup memilihnya saja.
Aplikasi dalam soal misalnya guru memberikan pertanyaan yang bentuknya pilihan ganda seperti contoh dibawah ini :
Suatu bola jari-jarinya 8cm dan π=22/7. Berapa luas dan volume bola tersebut?
a. 804,57 cm³ dan 2145,52 cm²
b. 805,57 cm² dan 2145,52 cm³
c. 806,57 cm² dan 2145,52 cm³
d. 804,57 cm² dan 2145,52 cm³
Kunci jawaban : D
Penyelesaian :
Luas bola = 4 x π x r²
= 4 x 22/7 x 8²
= 804,57 cm²
Volume bola = 4/3 x π x r³
= 4/3 x 22/7 x 8³
= 2145,52 cm³
Jadi, luas bola dan volume bola adalah 804,57 cm² dan 2145,52 cm³.

E. Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang sepenuhnya berasal dari peserta didik.
Diketahui sebuah bola dengan luas bola 616 cm² dan π=22/7. Tentukan volume bola tersebut !
Penyelesaian :
Luas bola = 4πr²
616 = 4 x 22/7 x r²
r = 7 cm
volume bola = 4/3πr³
= 4/3 x 22/7 x 7³
= 1437,33 cm³
Jadi, volume bola adalah 1437,33 cm³

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Relevansi pertanyaan umumnya masih bersifat umum sehingga perlu dipecah lagi dalam beberapa pertanyaan yang lebih spesifik. Pertanyaan tersebut bisa berbentuk pertanyaan tertutup maupun pertanyaan terbuka. Dalam proses belajar mengajar guru seringkali menggunakan teknik bertanya. Pertanyaan bukan hanya digunakan untuk mengukur kemampuan siswa atau untuk mengarahkan siswa memahami materi yang sedang dikaji tetapi juga merupakan pengelolaan kelas.
Sehingga dengan bertanya siswa juga dapat mengukur kemampuan dalam diri sendiri dalam memahami suatu materi. Pertanyaan yang baik adalah pertanyaan yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Sebuah pertanyaan berperan penting dalam proses belajar mengajar. Sehingga keberhasilan suatu materi juga dalam kepandaian bertanya seorang siswa.
B. Saran
Hendaknya seorang guru dalam memberikan pertanyaan memperhatikan beberapa kriteria pertanyaan yang baik seperti mengulangi pertanyaan, mengulangi jawaban siswa, menjawab pertanyaan sendiri, pertanyaan yang memancing jawaban serentak, pertanyaan ganda, dan menentukan siswa tertentu untuk menjawabnya akibatnya anak yang ditunjuk tidak memikirkan jawabannya.

DAFTAR PUSTAKA
Abimanyu, S. & Pah, D. N. 1985. Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut: Panduan Pengajaran Mikro I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Farida Tatik.2009. Buku Pintar Matematika. Solo: Bringin 55
Arikunto Suharsimi.2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
http://ruzinorahmawati.wordpress.com/2011/05/09/pertanyaan-dan-klasifikasi-pertanyaan-dalam-bidang-kognitif/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s