MAKALAH PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Seorang pendidik mempunyai permasalahan tersendiri dalam penyampaian materi kepada perserta didik. Materi yang kurang dipahami akan mengakibatkan kemerosotan nilai mata pelajaran tersebut. Seorang pendidik juga memiliki strategi dan metode dalam penyampaian materi pelajaran. Dalam penyampaian dan penerimaan materi pelajaran setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jadi pendidik harus lebih pandai dalam menyampaikan materi pelajaran. Peserta didik yang memiliki kemampuan lebih sekali menerima pelajaran langsung tanggap dan mengerti apa yang telah disampaikan oleh pendidik.
Dalam keberhasilan suatu pembelajaran bergantung pada pendidik dan peserta didik. Karena ada hubungannya satu dengan yang lain yang sangat erat hubungan satu dengan yang lain. Peserta didik yang memiliki IQ tinggi bukan berarti pandai, perserta didik yang tekun juga bukan berarti pandai tetapi peserta didik yang bisa pahami itu yang lebih berarti. Pendidik yang berkualitas bukan dilihat dari tingkat pendidiknya tetapi juga dari cara pengajarannya yang bisa mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Pendidik yang profesional akan lebih disegani oleh peserta didik, karena peserta didik yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi akan mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
Rumusan Masalah
Apa sajakah strategi yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran matematika ?
Apa sajakah masalah yang dihadapi saat melaksanakan proses belajar mengajar seorang pendidik ?
Apa sajakah materi yang sulit dipahami seorang peserta didik ?
Bagaimanakah keberhasilan materi yang telah disampaikan ?
Batasan Masalah
Sangatlah penting bagi penulis dalam membatasi masalah untuk membuat pembaca mudah memahaminya. Penulis hanya membahas apa yang menjadi rumusan masalah yang telah disampaikan. Menjaga efisiensi judul makalah agar lebih terfokus pada rumusan masalah dan judul makalah.
Tujuan Masalah
Supaya lebih mengetahui strategi yang tetap pada saat menyampaikan materi matematika.
Agar pendidik lebih teliti dan mengerti apa yang diinginkan peserta didik dalam menyampaikan materi.
Agar pendidik lebih professional dalam menjalankan pekerjaannya.

BAB II
PEMBAHASAN
Pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2011, kelompok 5 mengadakan observasi ke SMP N 1 Cawas dengan dengan mewawancarai guru matematika mengajar kelas X dengan hasil wawancara sebagai berikut :
Strategi yang diguna dalam menyampaikan pelajaran Matematika.
Dalam hal ini pendidik lebih mengunakan strategi yang menarik dalam pembelajaran, dengan alat bantu yang berupa LCI maupun manual. Strategi belajar mengajar merupakan proses belajar mengajar agar tercapainya tujuan pengajaran yang efektif, efisien dan ekonomis serta dapat meningkatkan keterlibatan siswa baik secara intelektual maupun fisik. Stategi yang dapat dipahami siswa pada saat menerima materi yangb telah disampaiakan oleh peserta didik.
Perserta didik tidak akan cepat mudah paham jika hanya dengan menggunakan metode ceramah aja tetapi juga harus menggunakan metode kontekstual dengan menggunakan contoh kehidupan sehari-hari. Pendidik harus memiliki rancangan terlebih dahulu sebelum mengajar materi yang akan disampaikan supaya dalam proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan efisien dalam penyampaian materi.
Masalah yang dihadapi saat melaksanakan proses belajar mengajar.
Permasalahan yang dihadapi pendidik pada saat menyampaikan materi pelajaran diantaranya memahamkan materi kepada siswa. Kadang pendidik sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meyampaikan materi pelajaran denga metode yang menarik tetapi terkadang banyak peserta didik yang kurang paham. Misalkan tentang pelajaran matematika khususnya pelajaran kelas X tentang operasi bentuk aljabar. Yang terdapat variabel yang berbeda terkadang peserta didik kurang cermat dalam mengoperasikan sehingga banyak siswa yang kurang paham. Sehingga pendidik memakai istilah-istilah yang mudah dipahami oleh peserta didik agar peserta didik lebih mengerti apa yang telah disampaikan.
Permasalah yang lain tentang konsep pemahaman terhadap siswa. Banyak siswa kurang mengerti konsep yang diberikan dari pendidik sehingga siswa tidak cepat mengerti tetapi siswa malah bingung dalam pemahaman materi yang telah disampaikan. Dalam hal ini peran keduanya saat penting untuk keberhasilan pemahaman materi yang disampaikan sehingga mendapatkan nilai tuntas diatas rata-rata. Dalam hal ini pedidik harus memiliki metode yang menarik perhatian siswa agar masalah yang dihadapi bias teratasi dengan baik.
Materi yang sulit dipahami oleh peserta didik.
Sesuai dengan hasil observasi dari kelompok kami dengan mewawancarai guru matematika kelas X materi yang kurang dipahami adalah operasi bentuk aljabar. Jika siswa dalam hal ini kurang mengerti peserta didik akan tambah bingung saat kelas XII kerana ada hubungannya dengan materi kelas XII. Materi bentuk aljabar diantaranya tentang operasi penambahan, penggurangan, perkalian, pembagian dan perpangkatan dalam bentuk aljabar.
Materi bentuk operasi aljabar kelas X misalnya sebagai berikut :
Penjumlahan dan penggurangan bentuk aljabar.
Pada bentuk aljabar operasi penjumlahan dan pengurangan hanya dapat dilakukan pada suku-suku yang sejenis.Jumlahkan atau kurangkan koefisien pada suku yang sejenis.
Contoh :
-4ax + 7ax =
(3a² + 5 ) – (4a²- 3a + 2 ) =
Jawab
Dalam hal ini kadang siswa bingung bagaimana cara pengoperasikan soal tersebut ini adalah tugas pendidik bagaimana cara pemahaman yang sesuai dengan tingkat kecerdasan peserta didik.
Jawaban
a. -4ax + 7ax = (-4 + 7)ax
= 3ax
b.(3a² + 5 ) – (4a²- 3a + 2 ) = 3a² + 5 – 4a² +3a – 2
= 3a² – 4a² + 3a +5 + 2
= (3 – 4 )a² + 3a + (5 – 2 )
= -a² + 3a + 3
Pembagian dan perkalian bentuk aljabar.
Perlu diingat kembali bahwa perkalian bilangan bulat berlaku sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan yaitu a x ( b + c ) = ( a x b ) + ( a x c ) dan sifat distributif perkalian terhadap pengurangan yaitu a x ( b – c ) = ( a x b ) – ( a x c ), untuk setiap bilangan bulat a,b dan c. Sedangkan pembagian dua bentuk aljabar dapat kalian peroleh dengan menentukan terlebih dahulu faktor sekutu masing – masing bentuk aljabar tersebut, kemudian melakukan pembagian pada pembilang dan penyebutnya.
Contoh :
-8 ( 2x – y + 3z ) =
6a³b² :3a²b =
Jawab :
-8 ( 2x – y + 3z ) = -16x + 8y – 24z
6a³b² :3a²b = 6a³b²/3a²b
= (3a²b x 2ab)/3a²b
= 2 ab
Perpangkatan bentuk aljabar.
Pada perpangkatan bentuk aljabar suku dua, koefisien tiap suku ditentukan menurut segitiga Pascal. Adapun pangkat dari a ( unsur pertama ) pada 〖( a+b )〗^n dimulai dari a^n kemudian berkurang satu demi satu dan berakhir a^1 pada suku ke-n. Sebaliknya pangkat dari b ( unsur kedua ) dimulai dengan b^1 pada suku ke-2 lalu bertambah satu demi satu dan berakhir b^n pada suku ke – ( n + 1 ).
Contoh :
a (3x + 5 )² =
Jawab :
a (3x + 5 )² = 1( 3x)² + 2 x 3x x 5 + 1 x 5²
= 9x² + 30 x + 25
Penggunaan aljabar dalam penyelesaikan masalah.
Dalam hal ini persaman bentuk aljabar langsung dimasukan dalam soal cerita sehingga siswa harus memahami terlebih dahulu baru dapat mengerjakan soal tersebut.
Contoh :
Diketahui usia ayah empat kali usia anaknya.Lima puluh tahun kemudian usia ayah tiga kali usia anaknya.Tentukan masing – masing umur ayah dan anaknya ?
Jawab
Misalkan : umur ayah = x
umur anak = y
sehingga diperoleh persamaan
x = 4y…………………….(1)
x + 5 = 3(y + 5 )………….(2)
Substitusi persamaan (1) ke persamaan (2) diperoleh
x + 5 = 3( y + 5 )
4y + 5 = 3y + 15
4y – 3y = 15 -5
y = 10
Untuk y = 10 maka x = 4y
x = 4 x 10
x = 40
Jadi umur ayah 40 tahun, sedangkan umur anaknya 10 tahun
Jadi materi yang kurang dipahami siswa kelas X di SMP N 1 Cawas adalah operasi bentuk aljabar sesuai dengan hasil wawancara dengan guru matematika kelas X.

Keberhasilan materi yang telah disampaikan.
Keberhasilan seorang pendidik dapat dilihat dengan nilai yang melebihi batas tuntas. Dalam materi operasi bentuk aljabar masing ada beberapa peserta didik yang nilainya dibawah rata-rata sehingga harus diadakan perbaikan dengan jalan mengadakan remidi. Peserta didik yang memiliki IQ tinggi akan mudah paham dan lebih cepat menerima pelajaran yang telah disampaikan daripada yang memiliki IQ rendah kebawah.
Pendidik akan mendapatkan kepuasan tersendiri jika anak didiknya mendapatkan nilai bagus dan berhasil dalam menyampaikan materi yang telah direncanakan. Anak didik hanya menerima dan mencermati apa yang telah disampaikan oleh pendidik sehingga agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan sesuai dengan perencanaan.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Seorang pendidik harus memiliki strategi yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik. Sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Pendidik juga harus mengunakan metode yang menarik supaya materi yang diterima lebih berkesan dengan mengunakan istilah-istilah yang mudah dipahami peserta didik. Sesuai dengan hasil observasi kelompok kami dengan mewawancarai guru matematika kelas X materi yang susah diterima dan dipahami peserta didik yaitu tentang bentuk operasi aljabar linier.
Keberhasilan suatu pembelajaran bergantung dari pendidik dan peserta didiknya. Pendidik yang dapat bisa memahamkan materi kepada peserta didik maka itu sebuah keberhasilan dalam pembelajaran serta mendapatkan nilai yang melebihi rata- rata ketuntasan. Maka tujuan pembelajaran yang sesunggunya dapat tercapai sesuai dengan rencana.
Saran
Dalam penyajikan makalah ini, ternyata masih banyak kekurangan-kekurangan dengan kesalahan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu kami mengharapkan masukan yang membangun guna perbaikan dalam penyajian makalah berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s